Home » » Menpora Janji Akan Tegas Untuk Selesaikan Kisruh Sepakbola

Menpora Janji Akan Tegas Untuk Selesaikan Kisruh Sepakbola

Jakarta - Menpora Roy Suryo akan mengambil sejumlah langkah untuk menuntaskan kisruh sepakbola Indonesia. Dalam menjalankan langkah-langkah tersebut, dia akan bersikap tegas kepada dua kubu yang berseteru.

Roy memang harus bergerak cepat untuk mencari jalan keluar atas kisruh yang terjadi. Sebabnya, kalau masalah tidak selesai sampai 30 Maret mendatang, FIFA mengancam lagi akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.

Roy mengatakan sudah menemui berbagai pihak untuk mendapatkan masukan dalam usahanya menyelesaikan konflik. Ia juga sudah bertemu dengan Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro, dua orang yang disebut-sebut berada di balik kubu-kubu yang berkonflik.

"Ada dua langkah. Kalau tidak (mau) disatukan, ya tidak dipilih salah satu. Dua-duanya nggak dipilih," ungkap Roy saat berkunjung ke kantor detikcom, Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013) sore.

"Tapi sedang kita pikirkan caranya agar kita tidak kena sanksi. Kita konsultasi dengan FIFA dan AFC untuk melakukan normalisasi. Langkahnya adalah kami mempercepat desakan dari FIFA dan AFC kepada PSSI. Kami tidak akan mengintervensi," sambungnya.

Saat ditanya apakah melihat ada indikasi kedua kubu akan berdamai, Roy pesimistis. Dia mengakui bahwa usaha mencapai perdamaian tak akan gampang.

"Saya harus bilang 'tidak'. Memang susah," ujarnya.

Terakhir, saat diundang oleh program Mata Najwa Metro TV, Rabu (30/1/2013) lalu, Roy menyaksikan dengan mata kepala sendiri La Nyalla Mattalitti berdebat dalam tensi yang sangat tinggi dengan Djohar Arifin -- saat off-air -- sampai-sampai ia harus melerai kedua orang tersebut.

"Tidak benar kalau sampai ada pemukulan. Tidak begitu. Tapi memang tensinya sempat tinggi. Saya bilang, sudah, Pak, sudah, tenang, tenang..." tuturnya.

Roy menambahkan, pihak masih menyusun langkah-langkah dan upaya untuk segera menuntaskan kekisruhan ini, dan berjanji tegas kepada kedua kubu, apabila sudah tidak ada niat positif untuk memperbaiki keadaan. Termasuk soal kompetisi dan klub-klub pesertanya. Apabila tidak segera memenuhi kewajiban-kewajibannya terhadap pemain, pemerintah tidak segan-segan menghentikan kompetisi tersebut.

"Masyarakat harus tahu, tidak ada yang benar 100 persen, juga tidak ada yang salah 100 persen. Kesalahan PSSI juga banyak, kesalahan empat Exco (yang dipecat) itu juga banyak. Dan tidak mungkin dibela salah satu. Kalau tidak bisa di-mix, ya harus di-reset," tukasnya.


Source: detik.com
Share this article :

Post a Comment